Senin, 15 Januari 2018

Tugas Etika Profesi 4

GURU YANG PAKSA SISWA SEBAR CONTEKAN UJIAN AKHIR NASIONAL (UAN) TERANCAM DIMUTASI

STUDI KASUS
            Siswa SMP, Jakarta Selatan. MAB, dipaksa menyebarkan jawaban Ujian Akhir Nasional (UAN) oleh oknum guru yang diketahui bernama Aisyah, Sang guru akan dimintai keterangan dan terancam dimutasi.

Jumat, 15 Desember 2017

Politik Strategi Nasional Indonesia

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
“POLITIK STRATEGI NASIONAL INDONESIA”





Disusun Oleh:

 Nama                          : Aziz Tabroni                                              
 NPM                          : 31414931
Kelas                          : 2ID03
Dosen                         : Rafiqa Maulidia



JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Perkataan politik berasal dari bahasa Yunani yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/berdiri sendiri (negara), sedangkan taia berarti urusan.Dari segi kepentingan penggunaan, kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda.Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau Negara.
Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Strategi nasional disusun untuk melaksanakan politik nasional, misalnya strategi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Konsep Ketahanan Nasional

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
“KETAHANAN NASIONAL INDONESIA”





Disusun Oleh:

 Nama                          : Aziz Tabroni                                              
 NPM                           : 31414931
Kelas                           :  2ID03
Dosen                          : Rafiqa Maulidia



JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
   Terbentuknya negara Indonesia dilatar belakangi oleh perjuangan seluruh  masyarakat yang berada pada bangsa ini. Sudah sejak lama Indonesia menjadi incaran banyak Negara atau bangsa lain, karena potensinya yang besar dilihat dari wilayahnya yang luas dengan kekayaan alam yang banyak. Kenyataannya ancaman datang tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam.Terbukti, setelah perjuangan bangsa tercapai dengan terbentuknya NKRI, ancaman dan gangguan dari dalam juga timbul, dari yang bersifat kegiatan fisik sampai yang idiologis. Meski demikian, bangsa Indonesia memegang satu komitmen  bersama untuk tegaknya Negara kesatuan Indonesia. Dorongan kesadaran bangsa yang dipengaruhi kondisi dan letak geografis dengan dihadapkan pada lingkungan dunia yang serba berubah akan memberikan motivasi dalam menciptakan suasana damai.
Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa.Tetapi bangsa Indonesia mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya dari agresi Belanda dan mampu menegakkan wibawa pemerintahan dari gerakan separatis. Ketahanan nasional Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi , berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menggapai dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari luar dan dari dalam untuk menjamin identitas, integrasi, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.

Minggu, 19 November 2017

Definisi Etika Profesi Dalam Bidang Profesionalisme dan Bidang Profesi

Etika Profesi Dalam Bidang Profesionalisme dan Bidang Profesi
1.      Definisi Etika Profesi
            Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika berkaitan erat dengan perkataan moral yang berarti juga dengan adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral memiliki pengertianyang hampir sama, namun dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya. Biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetapi memerlukan suatu persiapan melalui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk profesi itu.

2.      Pengertian Etika Profesi Menurut Ahli
            Etika profesi merupakan sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat (Kaiser, 1994).

Sabtu, 04 November 2017

Makalah Pendidikan Kewarganegaraan (Konsep Wawasan Nusantara)

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
(KONSEP WAWASAN NUSANTARA)



Disusun Oleh :
Nama /NPM                                        : Aziz Tabroni /31414931
Kelas                                                   : 2ID03
Dosen                                                  : Rafiqa Maulidia







FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017

A.        Latar Belakang Konsep Wawasan Nusantara
            Wawasan nusantara yang merupakan wawasan nasional Indonesia pada dasarnya dikembangkan berdasarkan teori wawasan secara universal yang dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan bangsa Indonesia dan geopolitik Indonesia. Ada beberapa latar belakang pemikiran mengenai wawasan nusantara yaitu:
1.      Latar Belakang Filosofis
Nilai-nilai Pancasila sesungguhnya berakar dan berkembang dalam hati sanubari dan kesadaran bangsa Indonesia. Nilai-nilai ini juga tercakup dalam penggalian dan pengembangan wawasan nasional. Setiap sila dalam Pancasila memberikan nilai-nilai tentang landasan filosofis yang nantinya akan menjadi dasar pemikiran tentang wawasan nusantara dan wawasan nasional.
2.      Latar Belakang Aspek Wilayah
Dasar aspek kewilayahan tentang pemikiran akan wawasan nusantara yaitu didasarkan atas letak geografis yaitu batas-batas astronominya dari wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Selain dari batas astronomi, letak wilayah kepulauan Indonesia juga didasarkan dari pembagian laut antara negara Indonesia dengan negara disekitarnya. Batas-batas ini sudah disepakati lewat perundingan-perundingan bersama antara negara Indonesia dengan negara disekitarnya yang disaksikan oleh PBB sebagai lembaga tertinggi.

Minggu, 15 Oktober 2017

Review Penerapan Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 Pada Kontraktor PT. Tunas Jaya Sanur

Review Penerapan Standar Sistem Manajemen Mutu (ISO) 9001:2008 Pada Kontraktor PT. Tunas Jaya Sanur
            PT. Tunas Jaya Sanur merupakan suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa kontruksi yang telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 dan menerapkannya dalam pelaksanaan proyek-proyek jasa kontruksi yang salah satunya pada proyek pembangunan Apartemen & Shopping Arcade  Sea Sentosa Hotel.
1.      Pengertian ISO 9001:2008
ISO 9001:2008 adalah sistem manajemen mutu    ISO 9001 yang merupakan hasil revisi  tahun 2008. ISO 9001:2008 bukan merupakan standar produk, tetapi standar sistem manajemen kualitas.
2.      Proses Mendapatka ISO 9001:2008 Bagi Kontraktor
Perusahaan kontraktor yang ingin mendapatkan sertifikat ini harus mengikuti langkah-langkah, seperti :
a.       Adanya komitmen dari pimpinan puncak
b.      Membentuk komite pengarah atau koordinator ISO
c.       Mempelajari persyaratan persyaratan standar dari sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008

Kamis, 05 Oktober 2017

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

MAKALAH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


                                               

                                                          Disusun Oleh :

Nama /NPM                                        : Aziz Tabroni /31414931
Kelas                                                   : 2ID03
Dosen                                                  : Rafiqa Maulidia



FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017

A.        Latar Belakang Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan
            Pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu matakuliah dalam kegiatan perkuliahan. Matakuliah ini merupakan mata kuliah pengembangan pribadi, artinya matakuliah ini ditujukan untuk membentuk pribadi peserta didik agar menjadi warganegara yang baik. Pendidikan kewarganegaraan merupakan matakuliah yang wajib diberikan dalam pendidikan tinggi, sesuai dengan UU No. 28 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan juga Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 267/Dikti/Kep/2000 tentang Penyempurnaan Kurukulum Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, yang kemudian diperbaharui dengan SK Dirjen Dikti No. 43/Dikti/2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Matakuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.
            Jika dilihat dalam undang-undang di atas, disebutkan bahwa pendidikan kewarganegaraan merupakan hal yang wajib diajarkan mulai dari pendidikan dasar, hingga kependidikan tinggi. Mengapa pendidikan kewarganegaraan wajib diberikan hingga ke perguruan tinggi? Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap dan perilaku cinta tanah air yang dibangun dari kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri mahasiswa sebagai calon cendekiawan harapan bangsa Indonesia.

Kamis, 19 Januari 2017

Perbaikan Display Menggunakan Pendekatan Ergonomi di Perusahaan Kontraktor

LAPORAN PENELITIAN
PERBAIKAN DISPLAY MENGGUNAKAN PENDEKATAN ERGONOMI DI PERUSAHAAN KONTRAKTOR


Disusun Oleh :
            Nama (NPM)                                      : Aziz Tabroni / 31414931
            Kelas                                                   : 3ID07
            Dosen                                                  : Syariffudin Nasution                           












JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017


BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
      Setiap manusia dalam menjalankan aktivitasnya pasti membutuhkan informasi. Informasi yang dibutuhkan tersebut didapat dari interaksi antara manusia yang satu dengan manusia lain dan interaksi antara manusia dengan lingkungan. Interaksi antara manusia terjadi dengan cara berkomunikasi contohnya berdiskusi, namun manusia tidak bisa berkomunikasi dengan lingkungan. Contohnya manusia tidak bisa berkomunikasi dengan ruangan sehingga dibutuhkan suatu alat peraga yang bisa menyampaikan informasi tersebut kepada manusia. Suatu alat peraga yang dimaksud adalah display.Perbandingan kedua interaksi tersebut terdapat pada sistem komunikasi.
Dispaly yang dirancang berisikan pesan-pesan yang berkaitan dengan ergonomi, tetapi terkadang display tidak dirancang dengan aturan pembuatan display yang baik. Akibatnya informasi yang diberikan display sulit dimengerti oleh pembaca, oleh karena itu dibutuhkan rancangan display yang baik sehingga informasi dapat diterima dengan baik dan mudah dimengerti.

Selasa, 07 Juni 2016

Mengoptimalkan Sistem Pengelolaan Lingkungan Hidup Oleh Industri Tekstil



Pengelolaan lingkungan hidup dalam perspektif historis, diawali dengan kesadaran akan masalah lingkungan hidup pada tahun 1960. strategi pengelolaan lingkungan hidup yang diterapkan didasarkan pada pendekatan daya dukung (carrying capacity approach). pendekatan yang berbasiskan kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya ini ternyata sulit untuk diterapkan, karena terbukti terus menurunnya kondisi lingkungan hidup.
Berdasarkan konsep dasar, minimalisasi limbah cair industri tekstil adalah dimaksudkan untuk mendapatkan jumlah atau volume limbah dengan konsentrasi dan beban pencemaran yang minimal, upaya pencegahan pencemaran lingkungan hidup melalui pendekatan peminimalan limbah, yakni dengan cara pengurangan limbah (recycling) pada hakikatnya adalah manifestasi komitmen yang berwujud nyata mencegah gangguan pencemaran lingkungan hidup dalam skala yang lebih besar dan mengancam kehidupan masyarakat.

Jumat, 29 April 2016

HAK KEKAYAAN INDUSTRI

                                   

Penggunaan Undang-Undang Hak Kekayaan Industri Diatur Dalam Beberapa Jenis Hak Beserta Undang-Undangnya, antara lain:
·    Patent (Hak Paten), merupakan hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Dasar hukum hak paten diatur dalam UU No. 14 tahun 2001 tentang Paten, yang dimana memiliki jangka waktu paten selama 20 tahun dan paten sederhana selama 10 tahun. Contohnya: Ballpoint, untuk masalah teknologi tinta.
·      Trademark (Hak Merek). Contohnya: Ballpoint, untuk tulisan (misalnya) Parker.
·       Industrial Design (Hak Produk Industri). Contohnya: Ballpoint, untuk desain atau bentuk.
·       Represion Of Unfair Competition Practices (Penanggulangan Praktik Persaingan Curang)

Penggunaan Undang-Undang HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dan Hak Kekayaan Industri 
Penggunaan Undang-Undang HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) di Indonesia antara lain:
· UU No.29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman
· UU No.30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang
· UU No.31 Tahun 2000 tentang Desain Industri
· UU No.32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
· UU No.14 Tahun 2001 tentang Paten
· UU No.15 Tahun 2001 tentang Merek
· UU No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

Contoh Kasus :
Gugatan Hak Paten Yahoo ke Facebook

Menjelang rencana go public Facebook ternyata muncul masalah baru yang menghampiri raksasa jejaring sosial ini. Yahoo baru saja mengajukan gugatan kepada Facebook terkait 10 hak paten. Masalah hak paten biasa terjadi antara pembuat smartphone, tetapi ini untuk pertama kalinya masalah ini diributkan oleh kedua “raksasa” internet.
Dalam pengajuan gugatan, Yahoo merasa dirugikan karena Facebook menggunakan paten teknologi Yahoo yang telah didaftarkan di Amerika Serikat (AS). Pelanggaran yang telah dilakukan Facebook tidak dapat dikompensasi dengan cara pembayaran royalti. Pihak Facebook pun menanggapi gugatan itu dalam sebuah pernyataan. “Kami akan mempertahankan diri dengan penuh semangat untuk melawan tindakan yang membingungkan ini,” jawab juru bicara Facebook. Menurut Yahoo, pertumbuhan Facebook yang begitu cepat, bagaimanapun, didasari oleh penggunaan teknologi jejaring sosial yang telah dipatenkan Yahoo.
Namun, dari 10 paten yang dipermasalahkan tersebut sebagian besar merujuk pada periklanan online, termasuk cara penempatan iklan dan metode aksesnya. Dari 10 paten, hanya dua yang terkait dengan teknologi media sosial.
Kasus ini seperti ulangan dari keputusan Yahoo untuk menggugat Google menyusul penawaran saham perdana perusahaan itu pada 2004. Sengketa masalah hak paten itu dimenangi Yahoo yang memperoleh sejumlah pembayaran. Disebutkan, Google melakukan penyelesaian kasus itu dengan menerbitkan 2,7 juta saham untuk saingannya.
Berikut adalah 10 gugatan Yahoo kepada pihak Facebook:
1.    Paten Amerika Serikat (AS) No 6,901,566 : Metode dan sistem untuk mengoptimalkan penempatan iklan pada halaman Web.
2.    Paten AS No 7,100,111 : Metode dan sistem untuk mengoptimalkan penempatan iklan pada halaman Web.
3.    Paten AS No 7,373,599 : Metode dan sistem untuk mengoptimalkan penempatan iklan pada halaman Web.
4.    Paten AS No. 7,668,861 : Sistem dan metode untuk menentukan validitas interaksi pada jaringan.
5.    Paten AS No. 7,269,590 : Metode dan sistem untuk menyesuaikan tampilan informasi yang terkait dengan pengguna jaringan sosial.
6.    Paten AS No. 7,599,935 : Kontrol untuk memungkinkan pengguna melakukan tampilan preview dari konten yang dipilih berdasarkan tingkat otorisasi pengguna lain.
7.    Paten AS No. 7,454.509 : Pemutaran sistem online dalam komunitas agar satu sama lain dapat menikmati layanan.
8.    Paten AS No. 5,983.227 : Dinamisasi halaman generator, yang memungkinkan pengguna mengostumisasi halaman dengan template.
9.    Paten AS No. 7,747,468 : Konten konsinyasi penjualan dalam sistem dan metode untuk jaringan penyiaran.
10.Paten AS No. 7,406,501 : Sistem dan metode untuk instant messaging menggunakan protokol e-mail.


Referensi : https://ratuhermikusumah.wordpress.com/2015/04/19/contoh-kasus-hak-paten/

Selasa, 05 April 2016

Tugas Hukum Industri

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,



a. bahwa untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merdeka, bersatu, dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dilaksanakan pembangunan nasional berdasar atas demokrasi ekonomi;

b. bahwa pembangunan nasional di bidang ekonomi dilaksanakan dalam rangka menciptakan struktur ekonomi yang kukuh melalui pembangunan industri yang maju sebagai motor penggerak ekonomi yang didukung oleh kekuatan dan kemampuan sumber daya yang tangguh;

c. bahwa pembangunan industri yang maju diwujudkan melalui penguatan struktur Industri yang mandiri, sehat, dan berdaya saing, dengan mendayagunakan sumber daya secara optimal dan efisien, serta mendorong perkembangan industri ke seluruh wilayah Indonesia dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional yang berlandaskan pada kerakyatan, keadilan, dan nilai-nilai luhur budaya bangsa dengan mengutamakan kepentingan nasional;

Minggu, 27 Desember 2015

Memperbaharui Industri Penerbangan di Indonesia


                Sudah menjadi fakta umum bahwa transportasi udara merupakan transportasi yang saat ini sudah banyak sekali penerbanganya. Saat ini seseorang memilih menggunakan jasa transportasi udara memiliki beberapa alasan kepentingan, diantaranya untuk kepentingan bisnis, kepentingan parawisata dan berbagai kepentingan lainnya. Perkembangan dang pertumbuhan industri penerbangan tersebut tidak terlepas dari peningkatan jumlah pengguna jasa transportasi udara. Dilihat dari aspek penyelenggaraan penerbangan terdapat dua bentuk kegiatan penerbangan, yaitu penerbangan komersil dan penerbangan bukan komersil. Penerbangan komersil atau niaga merupakan bentuk transportasi udara yang mengenakan biaya bagi penggunanya.

Minggu, 03 Mei 2015

Museum Keprajuritan

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Sebelum kedaulatan di dapatkan oleh republik ini banyak proses perjuangan telah yang telah terjadi yang kini biasa disebut sejarah. Perjuangan terjadi di setiap masing-masing daerah. Rakyat yang berjuang merasakan pengorbanan  penghianatan, strategi dalam perang dan masih banyak lagi hal-hal terjadi. Semua kejadian itu atas dasar untuk mendapatkan kemerdekaan. Masa dimana semua rakyat saling menjaga, membantu, dan berjuang bersama. Dari ujung barat sampai ujung timur di negara ini bergerak bersama atas dasar melindungi bumi pertiwi. 
Tapi malang di masa yang semakin modern ini, banyak orang yang lupa dan tidak tahu karna rasa nasionalisme pada masing-masing diri rakyat sudah mulai pudar dengan adanya globalisasi. Dengan semua kisah perjuangan para pejuang kita dulu. Banyak yang tidak mempedulikannya karena sudah tergerus oleh jaman. Sehingga banyak orang yang tidak mempertahankan apa yang dulu telah diperjuangkan oleh bangsa di seluruh negeri ini.
Sehingga pada kesempatan kali ini kami menuliskan salah satu tempat penyimpanan sisa-sisa bukti sejarah, agar dapat membantu mengetahui dan mengingat semua hal yang telah dilupakan oleh hampir semua kalangan. Hampir semua orang berjuang untuk mendapatkan semboyan merdeka. Pada tulisan kali ini Kami ingin menimbulkan kembali semangat Nasionalisme akan Bangsa ini, rasa persaudaraan sesama bangsa dan cinta tanah air.

Minggu, 16 November 2014

Manusia dan Pandangan Hidup

A.  PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
            Setiap  manusia  mempunyai  pandangan  hidup.  Pandangan  hidup  itu bersifat  kodrati. Karena  itu ia menentukan masa  depan  seseorang. Untuk  itu perlu  dijelaskan  pula apa  arti pandangan hidup.  Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah  menurut  waktu  dan tempat  hidupnya.
            Dengan  demikian  pandangan  hidup  itu bukanlah  timbul  seketika  atau  dalam  waktu yang  singkat saja, melainkan  melalui  proses  waktu yang lama dan  terus menerus,  sebingga basil  pemikiran  itu dapat  diuji kenyataannya.Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia  menerima  hasil pemikiran  itu sebagai pegangan,  pedoman,  arahan,  atau petunjuk yang disebut  pandangan  hidup.

Sabtu, 08 November 2014

Manusia dan Keadilan



Manusia dan Keadilan
A. PENGERTIAN KEADILAN
            Pengertian keadilan menurut ilmuan Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah di antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ekstrim itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang itu memiliki persamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama.
          Keadilan juga dikemukakan oleh Plato yang berbunyi, keadilan di proyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri,dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
         Sedangkan menurut pendapat dari Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates keadilan dapat tercipta apabila warga Negara sudah meraskan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Sabtu, 01 November 2014

Manusia dan Kegelisahan



MANUSIA DAN KEGELISAHAN

A.   Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram atau selalu merasa khawatir dan tidak tenang. Maka, kegelisahan adalah hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir dan tidak tenang dalam tingkah lakunya.
Gejala kegelisahan yang dialami oleh seseorang dapat diketahui dari tingkah laku atau gerak geriknya dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala, dan sebagainya.
Kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu :

Minggu, 26 Oktober 2014

Manusia dan Tanggung Jawab



I.                   Manusia dan Tanggung Jawab

A.    PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah keadaan yang wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga tanggung jawab adalah berkewajiban menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab berupa kesadaran manusia akan tingkah lakunya atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak sengaja.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinfasan atau pengertian segala keinfasan perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan hak lain. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap sesama manusia dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan dan kelarasan antara sesama manusia dan alamnya.

Minggu, 19 Oktober 2014

Manusia dan Harapan



I.                  Manusia dan Harapan

A.   PENGERTIAN HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan itu harapapan bisa menyangkut masa depan. Jadi untuk mewujudkan suatu harapan harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk. Antara harapan dan cita-cita terdapat semacam persamaan, yaitu :
1.      Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
2.      Pada umumnya orang menginginkan hal yang lebih baik antara harapan maupun cita-cita.